IP Spoofing adalah serangan teknis yang rumit yang terdiri dari beberapa komponen. Ini adalah eksploitasi keamanan yang bekerja dengan menipu komputer, seolah-olah yang menggunakan komputer tersebut adalah orang lain . sejumlah serangan yang menggunakan perubahan sumber IP Address. Atau pemalsuan IP attacker sehingga sasaran menganggap alamat IP attacker adalah alamat IP dari host yang asli bukan dari luar network. Penyerangan dengan IP Spoofing
I. SMURF Attack Suatu Broadcast ping yang terkirim dan sumber IP dari ping terlihat sama dengan IP address korban. Dalam kasus ini sejmlah besar komputer akan merespon balik dan mengirim suatu Ping reply ke korban. Kejadiannya terus berulang-kali, hingga mesin korban atau link mengalami overload dan dalam kondisi Denial of Service.
II. Prediksi jumlah rangkaian TCP Suatu koneksi TCP yang ditandai dengan suatu jumlah rangkaian client dan server. Jika jumlah rangkaian tersebut dapat ditebak, para hacker dapat membuat packet dengan memalsukan IP address dan menebak urutan jumlah untuk melakukan hijack koneksi TCP.
III. Prediksi rangkaian melalui pemalsuan DNS Server DNS biasanya mengquery server DNS lain untuk mengetahui nama host yang lain. Seorang hacker akan mengirimkan suatu request ke server DNS target seolah-olah seperti respon ke server yang sama.
Dengan cara ini para hacker dapat membuat client yang mengakses, misalnya situs www.hotmail.com ke server milik sang hacker.
Contoh Kasus IP Spoofing :
1. Kasus Scam (Penipuan) mengatasnamakan institusi pemerintah ID-CERT menerima laporan dari sebuah kelompok anti fraud di Eropa yang menyampaikan keluhan tentang adanya dugaan email scam yang beredar di Eropa mengatasnamakan institusi pemerintah Indonesia dan meminta bantuan ID-CERT melakukan investigasi lebih jauh tentang hal ini. Merespon hal ini, ID-CERT menyatakan bahwa untuk masalah teknis dihimbau kepada ISP, NAP dan operator telekomunikasi untuk membantu menginformasikan kepada pelanggan mereka tentang adanya kemungkinan kelemahan pada sistem mereka yang mungkin saja dimanfaatkan oleh pihak lainnya.
2. Sedangkan untuk masalah investigasinya, ID-CERT menyerahkan masalah ini kepada sejumlah pihak terkait untuk menelusurinya lebih jauh karena ID-CERT tidak memiliki kewenangan apapun untuk melakukan hal tersebut. Situs web pemerintah disusupi phishing Terdapat sejumlah kasus spoofing/phishing berkombinasi dengan malware yang menimpa sejumlah situs web pemerintah (.go.id) dan peristiwa ini kerap berulang dalam beberapa minggu setelah diperbaiki. Adapula yang kontaknya tidak merespons dan setelah ditelusuri, ternyata kontak admin dari institusi pemerintah tersebut diberikan kepada vendor/pihak ketiga/non-pegawai institusi yang bersangkutan.
3. IP Address pemerintah yang digunakan untuk melakukan Network Incident ke luar/dalam negeri, seperti melakukan DDOS Attack, Probing bahkan hingga Flooding Laporan terbanyak untuk sektor pemerintah ini justru datang dari IP Address dan situs web yang digunakan oleh kalangan pendidikan di bawah kemdiknas. Untuk Situs web, banyak laporan tentang adanya situs web .sch.id dan ac.id yang mengalami serangan cyber.
4. Kasus spoofing/phishing ke bank di Indonesia dan Malaysia Kasus terbanyak yang dilaporkan ke ID-CERT dalam masalah spoofing/phishing ini adalah situs web perbankan di Indonesia yang dipalsukan serta dibuat mirip dengan aslinya. Umumnya situs yang dipalsukan adalah dengan nama domain generik (.com, dan .net). Sedangkan untuk bank dengan nama domain .co.id, hampir belum pernah ada laporan yang masuk. Selain bank di Indonesia, hal yang sama juga menimpa situs perbankan di Malaysia dan Eropa yang justru dipalsukan dan ditempeli disitus web maupun IP Address organisasi di Indonesia. "Kesulitan ID-CERT adalah dalam hal menghubungi pihak perbankan di Indonesia yang menjadi korban agar ada awareness dari pihak perbankan yang bersangkutan untuk bisa memberikan himbauan antisipasi kepada nasabah mereka," kata Ahmad Alkazimy, dari ID-CERT.
"Sedangkan dari luar negeri, justru ID-CERT banyak menerima laporan dari CERT Perbankan Brazil dan HSBC Amerika Serikat selain juga tentunya dari CMC Malaysia dan Anti Fraud Comand Center (AFCC) yang banyak menginformasikan tentang adanya situs perbankan mereka yang dipalsukan menggunakan nama domain maupun IP Address Indonesia," pungkasnya.
DNS Spoofing
DNS
Spoofing adalah salah satu metode hacking Man In The Middle Attack (MITM).
Hampir sama konsepnya dengan ARP Spoofing, tapi yang membedakan adalah Attacker
akan memalsukan alamat IP dari sebuah domain.
DNS adalah Domain Name
Server, yaitu server yang digunakan untuk mengetahui IP Address suatu host
lewat host name-nya. Dalam dunia internet, komputer berkomunikasi satu sama
lain dengan mengenali IP Address-nya. Namun bagi manusia tidak mungkin
menghafalkan IP address tersebut, manusia lebih mudah menghapalkan kata-kata
seperti www.yahoo.com, www.google.com, atau www.facebook.com. DNS berfungsi
untuk mengkonversi nama yang bisa terbaca oleh manusia ke dalam IP addresshost
yang bersangkutan untuk dihubungi.
Jadi ketika target
melakukan request terhadap sebuah alamat domain dengan alamat IP A, dengan DNS
Spoofing, oleh gateway request user tersebut akan di forward ke alamat IP palsu
dari attacker.
Pencegahan
DNS Spoofing
Anda dapat mencoba dengan mendisable
recursive query ke nameserver dengan membuat split DNS yaitu membuat dua
nameserver. Nameserver utama di gunakan untuk menangani domain name dari public
domain. sedangkan nameserver kedua di yang berada di internal network bertugas
sebagai cache nameserver yang bertugas menjawab query dari user yang merequest
domain tersebut sehingga kalau pun di serang dengan ribuan query hal ini tidak
akan meracuni informasi public domain karena sudah di tangani oleh nameserver
pertama yang di lengkapi juga dengan firewall.
Sumber





Tidak ada komentar:
Posting Komentar